Membanggakan...! Mobil-mobil Listrik Ini Karya Anak Bangsa

KOMPLIT | Tingginya harga BBM serta persediaannya yang semakin menipis di dunia, membuat sejumlah industri otomotif berniat beralih untuk dari mobil konvensional. Kini mobil bertenaga listrik yang ramah lingkungan karena hanya memanfaatkan sinar matahari, sedang digadang-gadang untuk menjadi kendaraan masa depan.

Bukan cuma di negara adidaya dan super power, ternyata di Indonesia juga sedang dilirik untuk bisa diluncurkan dan diproduksi massal. Karya anak bangsa ini, kabarnya bahkan tak kalah canggih dari besutan bangsa-bangsa lain.

Lalu kenapa tak kunjung diproduksi massal untuk dapat dipergunakan masyarakat luas? Di samping harganya yang super duper, kabar-kabarnya, kendaraan masa depan ini ada yang sengaja mengganjalnya sehingga rencana produksinya tak kunjung bisa dilakukan.

Ya, regulasi yang ada di Indonesia terkesan mempersulitnya. Andai saja pemerintah Indonesia bersikap lebih bijak dan mendukung pengembangan mobil listrik, tentu sudah banyak jenisnya yang diproduksi massal di bumi pertiwi ini. Padahal Indonesia memiliki SDM berkualitas dan terbukti bisa menciptakan mobil listrik berkualitas dunia.

Gagal diproduksinya berbagai jenis mobil listrik secara massal, memang tidak lepas dari izin pemerintah Indonesia dan regulasi mobil listrik yang belum selesai sampai sekarang.

Berikut adalah jenis-jenis mobil listrik yang sebelumnya sudah siap untuk diproduksi massal seperti dilansir Redaksi Komplit dari sebuah situs berita otomotif....

1. Tucuxi

Mobil ini merupakan karya Danet Surayatama pada tahun 2012. Nama Tucuxi berarti lumba-lumba sesuai dengan desainnya yang mirip. Mobil ini juga dilengkapi motor listrik yang bisa mengeluarkan tenaga sebesar 268 Horsepower. Itu artinya Tucuxi setara mobil konvesional yang menggunakan mesin 3.000 cc.

Tucuxi menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFEPO4) atau Nano Lithium sebagai sumbu tenaganya. Lebih hebatnya lagi, mobil listrik Indonesia tersebut telah dilengkapi fitur Fast Charging, sehingga baterainya bisa terisi penuh dalam waktu 3-5 Jam. Teknologi yang dipakai mobil listrik Indonesia ini tidak kalah dari mobil listrik Tesla. Bahkan saat terisi penuh, Tucuxi bisa menempuh jarak sejauh 321 km.

Sayangnya mobil ini bernasib naas, karena sempat mengalami kecelakaan saat diuji coba oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Magetan, Jawa Timur. Sekarang nasib mobil sport listrik yang dikembangkan di Yogyakarta ini tidak jelas.  Bila nanti sudah diproduksi massal, kemungkinan rata-rata masyarakat Indonesia tidak mampu membelinya, karena harganya bisa mencapai Rp1.5 Miliar.

2. Gendhis


Apabila Tucuxi merupakan mobil sport, maka Gendhis merupakan mobil listrik kelas MPV. Mobil ini memiliki desain mirip Toyota Alphard dan sempat dipamerkan pada KTT APEC di Nusa Dua Bali. Ternyata mobil listrik Indonesia ini adalah hasil karya Dasep Ahmadi yang dikembangkan di Bengkel Kupu-Kupu Malam pada tahun 2013.

Awal mulanya Gendhis dirancang sebagai mobil tujuh penumpang. Namun pada kenyatannya, mobil ini hanya memiliki kursi 6 penumpang. Selain itu, mobil listrik Indonesia ini memiliki pintu model sliding door yang mempermudah akses keluar masuk penumpangnya.

Tidak hanya ditenagai listrik, Gendhis juga mendukung bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan. Sayangnya mobil ini kalah tenar dari mobil Jepang dan Eropa, sehingga belum akan diproduksi massal dalam waktu dekat ini.

3. Selo

Bisa dikatakan Selo adalah mobil listrik tercanggih karya anak bangsa. Mobil ini merupakan mahakarya Ricky Nelson pada tahun 2013. Dia rela kembali ke Indonesia setelah meniti karir selama 14 tahun di Jepang. Ricky Nelson juga berhasil menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan di Jepang.

Salah satu yang menarik dari Selo adalah desainnya. Mobil listrik Indonesia terlihat mirip mobil Lamborghini ataupun supercar lainnya. Di dalamnya telah terpasang motor listrik dengan tenaga 182 horsepower 130 kw. Untuk mengisi baterainya secara penuh dibutuhkan waktu sekitar 4 Jam dan baterai tersebut bisa dipakai untuk menjelajah sejah 250 kilometer.

Beragam teknologi canggih telah ditanamkan pada Selo. Mobil listrik Indonesia ini diklaim mampu berlari hingga kecepatan 220km/jam. Selain itu, tersedia pula fitur regenerative brake yang membuat daya pengereman bisa digunakan untuk mengisi baterai. Lalu ada pula fitur rem mekanik dan rem mesin berkat penggunaan gearbox.

4. Evina

Mobil listrik Indonesia selanjutnya adalah Evina. Namanya merupakan singkatan dari Electric Vehicle Indonesia. Mobil ini memiliki desain city car dengan lima pintu yang cocok dijadikan sebagai mobil perkotaan.

Evina dirancang oleh Dasep Ahmadi yang sekarang mendekam di penjara. Menurut kompas.com, Dasep terbukti memperkaya diri sendiri dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp. 28 Miliar. Dia divonis 7 tahun penjara dan harus membayar denda sebanyak Rp. 17 Miliar.

Mimpinya menciptakan mobil listrik telah pupus. Padahal Evina merupakan salah satu mobil listrik Indonesia terbaik yang dilengkapi motor listrik 20 kWh dan baterai lithium-ion berkapasitas 21 kWh yang diimport langsung dari Amerika. Tenaga yang dikeluarkan mobil ini bisa mencapai 50 daya kuda, dan sanggup menjangkau 135 km dalam satu kali pengisian baterai.

5. Ahmadi

Tidak hanya mobil listrik, Indonesia juga mampu membuat bus listrik. Bus ramah lingkungan ini ditenagai 132 sel baterai lithium ferophospat berdaya 150 kwh. Sedangkan untuk dapur pacunya menggunakan motor listrik yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 220 kw atau setara 294 daya kuda.

Kecepatan mobil listrik ini bisa mencapai 80 km/jam. Untuk menguji kehebatannya, PT Sarimas Ahmadi Pratama telah melakukan ujicoba dari Bandung melalui Puncak dan sampai ke Cibinong. Sayangnya harga bus Listrik Indonesia ini sangat mahal, karena dibandrol dengan harga mulai Rp1,2 Miliar.



6. Hevina

Hevina adalah mobil listrik Indonesia yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mobil berjenis sedan ini ditenagai motor listrik berdaya 62 Horsepower dan bisa memuntahkan torsi sebesar 156 Nm. Tenaga dan torsi yang dikeluarkan cukup besar, sehingga mobil ini bisa melaju hingga kecepatan 140 km/jam.

Walaupun diperkenalkan pada tahun 2013, namun mobil listrik Indonesia tersebut belum akan diproduksi secara massal. Butuh tahapan panjang untuk merealisasikannya.

7. Si Elang

Indonesia butuh mobil ramah lingkungan. Oleh karena itulah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) membuat mobil listrik bernama Si Elang. Mobil ini bisa bergerak, karena di dalamnya tertanam penggerak motor listrik berkekuatan 350 watt. Dengan daya sebesar itu, Si Elang bisa berlari dengan kecepatan maksimal 40 km/jam.

Daya tahan baterainya bisa mencapai 3 Jam, sehingga tidak cocok dijadikan sebagai mobil penumpang ataupun mobil commercial. Mobil listrik Indonesia tersebut masih sebatas prototype dan perlu pengembangan lebih lanjut agar bisa diproduksi secara massal.(oto/int)


Komentar FB