Ditilang? Ini yang Harus Anda Lakukan

Razia Polantas


KOMPLIT | Meskipun tilang atas pelanggaran lalu lintas sudah ada sejak puluhan tahun silam, namun kenyataannya tidak semua orang memahami seperti apa prosedurnya. Khusus untuk warga Kota Medan, redaksi Komplit.net mencoba merangkumnya sebagai tips hukum untuk Anda.

Pastinya yang lebih gampang dan ringkas itu adalah dengan menyelesaikannya di lapangan ketika pak polisi baru saja menilang kita. Eits... Jangan menyogok petugas ya...! Bila memang kita salah melanggar peraturan lalu lintas maka wajar bila Pak Polantas menilang.

Di sini kita tidak membahas tentang ulah oknum petugas yang nakal. Tetapi kita fokus terkait Bagaimana prosedur penyelesaian bila kita ditilang karena melakukan kesalahan berlalu lintas.

Pertama sekali pastikan dulu kita mau selesaikan di tempat, atau menunggu sidang? Bila kita punya dana yang cukup untuk selesaikan di tempat, Anda bisa meminta kertas tilang berwarna biru. Lalu membayarkannya di ATM atau unit Bank BRI yang terdekat. Kemudian menunjukkannya kepada Pak Polantas yang menilang, lalu tuntas setelah kita menerima SIM atau STNK yang tadinya disita.

Tapi kalau pas lagi nggak bawa uang, ya pilihan kita minta saja yang warna merah. Lalu, kita tunggu lah jadwal sidang di Pengadilan Negeri agar tilangnya bisa diproses. Nah, selama rentang waktu Anda ditilang hingga hari sidang yang biasanya bisa memakan waktu satu bulan, kertas tilang tadi bisa jadi pengganti atas SIM atau STNK yang disita si petugas.

Begitu pun, kertas tilang warna biru bisa juga kita jalankan sebagaimana harusnya untuk kertas tilang warna merah. Pilihan ada pada Anda.

Khusus yang ditilang di Wilayah Hukum Polrestabes Kota Medan, ada masukan penting yang perlu diingat. Kalau pun disebutkan di kertas tilang bahwa Anda diminta menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Medan pada tanggal sekian, ada baiknya nggak usah buru-buru datang ke Pengadilan yang biasanya selalu ditetapkan pada hari Jumat.

Kenapa? Sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, pengambilan tilang tidak pernah ada lagi di Pengadilan. Mungkin petugas hanya melakukan sidang formalitas. Faktanya, sekarang ini pengambilan tilang sudah difokuskan di Kantor Kejaksaan Negeri Medan di Jalan Adi Negoro. Jadi ngapain habis-habis waktu ke pengadilan kalau toh pengambilan tilangnya sudah di Kejari?

Di Kantor Kejari Medan, Anda akan disambut dengan tulisan hindari calo. Yang artinya, ada baiknya Anda berurusan langsung. Tapi begitu pun, bila waktu Anda yang tidak memungkinkan untuk ikut antri menyelesaikan tilang, maka bisa dikuasakan kepada orang lain dengan membuatkan surat kuasa.
di Kejari Medan

Singkat cerita, baik Anda yang mengurus sendiri atau yang menerima kuasa dari orang, ada baiknya mempersiapkan foto kopi KTP. Kalau tidak, Anda tak akan dilayani oleh petugas yang kemudian memberikan nomor antri bila kita sudah menyerahkan kertas tilang dan foto kopi KTP tadi.

Kalau datangnya di bawah jam 9 pagi, dipastikan antrian Anda tak terlalu panjang. Paling sekitar 50 an orang yang ada. Tapi kalau datangnya di atas pukul 09.00 wib, sudah pasti yang antri ada seratusan orang lebih. Sabarlah menunggu 2 atau 3 jam.

Setelah nomor antrian dipanggil, silahkan ke loket pengambilan tilang dan bayar denda sebagaimana dimintakan petugasnya.



Nah, lumayan ribet bukan? Jadi memang sebaiknya hindarilah melanggar peraturan lalu lintas agar tidak menjalani proses tadi. Tapi kalau memang tak terhindarkan lagi, ya apa boleh buat. Prosedur tadi ya terpaksa dilalui.(red)


Komentar FB